JAKARTA - Pergerakan harga kebutuhan pokok di pasar Jawa Timur kembali mengalami perubahan pada awal Maret 2026.
Sejumlah komoditas dapur yang banyak digunakan masyarakat, terutama cabai dan bawang merah, tercatat mengalami kenaikan harga. Sementara itu, beberapa bahan pangan lain seperti telur dan daging justru menunjukkan penurunan harga dibandingkan hari sebelumnya.
Fluktuasi harga bahan pokok menjadi hal yang lazim terjadi di pasar tradisional maupun modern. Perubahan tersebut biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pasokan, permintaan masyarakat, kondisi cuaca, hingga distribusi barang dari daerah produsen ke wilayah konsumsi.
Bagi masyarakat, memantau harga sembako setiap hari menjadi langkah penting untuk mengatur pengeluaran rumah tangga. Informasi harga yang diperbarui secara rutin juga membantu konsumen menyesuaikan kebutuhan belanja agar tetap sesuai dengan kondisi ekonomi yang ada.
Pergerakan Harga Sembako di Jawa Timur
Harga sembako di Jawa Timur (Jatim) terus mengalami fluktuasi dari hari ke hari. Pada hari ini beragak komoditas cabai dan garam bata mengalami kenaikan. Sementara harga telur dan daging terpantau turun.
Memantau harga sembako setiap hari menjadi hal yang tak boleh diabaikan. Selain membantu masyarakat dalam mengatur belanja harian, informasi ini juga penting untuk menjaga kestabilan pengeluaran rumah tangga agar tidak membengkak di tengah situasi harga yang tidak menentu.
Sembako adalah singkatan dari sembilan bahan pokok. Sembako merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan gizi dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Jenis-Jenis Sembako yang Menjadi Kebutuhan Pokok
Sembilan jenis kebutuhan pokok masyarakat tersebut terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam.
Selain sembilan bahan pokok tersebut, harga kebutuhan dapur yang tidak kalah penting adalah cabai. Berikut daftar harga sembako terbaru di Jawa Timur, Senin 9 Maret 2026, dirangkum dari sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur.
Beras Premium: Rp 14.855/kg
Beras Medium: Rp 12.898/kg
Gula kristal putih: Rp 16.765/kg
Minyak goreng curah: Rp 18.961/kg
Minyak goreng kemasan premium: Rp 20.429/liter
Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 17.445/liter
Minyak goreng Minyakita: Rp 16.188/liter
Daging sapi paha belakang: Rp 120.778/kg
Daging ayam ras: Rp 38.524/kg
Daging ayam kampung: Rp 70.196/kg
Telur ayam ras: Rp 29.513/kg
Telur ayam kampung: Rp 45.368/kg
Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.363 370 gr/kl
Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.358 370 gr/kl
Susu bubuk merek Bendera: Rp 41.973 400 gr/dos
Susu bubuk merek Indomilk: Rp 40.909 400 gr/dos
Garam bata: Rp 1.8317
Garam halus: Rp 9.165/kg
Cabai merah keriting: Rp 32.065/kg
Cabai merah besar: Rp 29.408/kg
Cabai rawit merah: Rp 90.313/kg
Bawang merah: Rp 36.460/kg
Bawang putih: Rp 31.102/kg
Gas elpiji: Rp 19.825
Cabai dan Garam Bata Mengalami Kenaikan Harga
Berdasarkan harga sembako di Jawa Timur hari ini, harga cabe merah keriting naik Rp 535 atau 1,70 persen, harga cabe merah besar naik Rp 817 atau2,86 persen, garam bata naik Rp 66 atau 3,74 persen. Sementara harga telur ayam kampung turun Rp 1.031 atau 2,22 persen.
Kenaikan harga cabai sering kali menjadi perhatian masyarakat karena komoditas ini merupakan bahan penting dalam berbagai masakan rumah tangga maupun usaha kuliner. Perubahan harga yang terjadi biasanya dipengaruhi oleh kondisi produksi di daerah sentra pertanian serta distribusi ke pasar-pasar konsumen.
Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Harga Sembako
Perubahan harga sembako dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari biaya produksi, kebijakan pemerintah, kurs, hingga cuaca. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi naik dan turunnya harga sembako.
Jika permintaan meningkat, tapi penawaran tetap atau berkurang, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika penawaran lebih banyak daripada permintaan, harga bisa turun.
Cuaca ekstrem, bencana alam, atau perubahan musim dapat mempengaruhi produksi pertanian. Kekurangan pasokan akibat cuaca buruk menyebabkan kenaikan harga.
Kebijakan impor, subsidi, pajak, atau regulasi lain yang dikeluarkan pemerintah dapat mempengaruhi harga sembako. Misalnya, pembatasan impor atau perubahan pajak.
Kenaikan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, atau upah pekerja dapat meningkatkan biaya produksi dan transportasi, yang mempengaruhi harga sembako.
Fluktuasi nilai tukar mata uang, terutama jika bahan pokok diimpor, dapat mempengaruhi harga. Depresiasi mata uang lokal akan membuat harga barang impor lebih mahal.
Inflasi tinggi cenderung menyebabkan kenaikan harga sembako karena meningkatnya biaya barang dan jasa. Kondisi ekonomi yang tidak stabil dapat memperburuk situasi.
Masalah rantai distribusi seperti kemacetan, pemogokan, atau masalah logistik lainnya bisa menyebabkan keterlambatan pengiriman, mengurangi pasokan, dan harga naik.
Berbagai faktor ini mempengaruhi harga sembako sering kali berubah-ubah, sehingga memerlukan pengawasan serta kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas pasar. Harga sembako juga bisa berbeda-beda di setiap pasar. Harga di atas merupakan harga rata-rata di Jawa Timur.