JAKARTA - Kepulangan Presiden Prabowo Subianto ke Tanah Air menandai berakhirnya rangkaian kunjungan penting ke dua negara mitra strategis di kawasan Asia Timur.
Lawatan tersebut tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik, tetapi juga menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama yang dinilai signifikan bagi kepentingan nasional Indonesia ke depan.
Presiden tiba di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada Kamis dini hari setelah menyelesaikan seluruh agenda kunjungan di Jepang dan Korea Selatan. Kepulangan ini menjadi penutup dari rangkaian perjalanan diplomatik yang berlangsung sejak akhir Maret 2026.
Penyambutan Resmi di Lanud Halim Perdanakusuma
Pesawat Garuda Indonesia satu yang membawa Presiden beserta rombongan terbatas mendarat sekitar pukul 00.01 WIB. Pesawat tersebut sebelumnya lepas landas dari Pangkalan Udara Militer Seongnam di Seoul Korea Selatan pada Rabu malam satu April 2026.
Setibanya di apron Lanud Halim Perdanakusuma Presiden langsung disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang telah menunggu di ujung tangga pesawat. Gibran hadir mengenakan setelan jas hitam lengkap dengan kopiah berwarna senada.
Turut mendampingi dalam penyambutan tersebut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi Panglima TNI Agus Subiyanto Kapolri Listyo Sigit Prabowo serta Kepala Badan Intelijen Negara M Herindra.
Presiden Prabowo kemudian menyalami satu per satu pejabat yang hadir dimulai dari Wakil Presiden hingga jajaran pejabat lainnya yang berada di barisan belakang termasuk Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan dan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden Edwin Adrian Sumantha.
Interaksi Singkat dan Kepulangan dari Lanud
Setelah prosesi penyambutan Presiden sempat berbincang dengan Direktur Utama Garuda Indonesia selama beberapa saat. Percakapan tersebut berlangsung singkat sebelum Presiden melanjutkan perjalanan meninggalkan lokasi.
Selepas itu Presiden langsung berjalan menuju kendaraan kepresidenan Maung Garuda dan meninggalkan Lanud Halim Perdanakusuma. Tidak lama kemudian Wakil Presiden Gibran juga meninggalkan lokasi diikuti oleh para pejabat lainnya.
Momen tersebut menjadi penutup sederhana namun penuh makna dari perjalanan luar negeri yang padat agenda dan sarat hasil strategis.
Agenda Penting Selama Kunjungan ke Jepang
Presiden Prabowo mengawali lawatannya di Jepang pada 29 Maret 2026 hingga 31 Maret 2026. Selama berada di Tokyo Presiden untuk pertama kalinya bertemu dengan Kaisar Jepang Naruhito di Istana Kekaisaran Tokyo.
Selain itu Presiden juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi serta bertemu dengan perwakilan pebisnis Indonesia Jepang. Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi dan mendorong peningkatan investasi antara kedua negara.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut Presiden turut menyaksikan sejumlah perjanjian kerja sama strategis antara pelaku usaha Indonesia dan Jepang dengan total nilai mencapai 23.63 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar 380 triliun rupiah.
Kesepakatan Strategis di Korea Selatan
Setelah menyelesaikan agenda di Jepang Presiden melanjutkan lawatan ke Seoul Korea Selatan. Di sana Presiden menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Istana Kepresidenan Blue House pada Rabu pagi waktu setempat.
Dalam pertemuan tersebut kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama di berbagai sektor strategis termasuk ekonomi pertahanan dan kecerdasan buatan. Kesepakatan ini menunjukkan komitmen kuat kedua negara dalam menghadapi tantangan global melalui kolaborasi yang lebih erat.
Presiden Prabowo dan Presiden Lee juga menyaksikan penandatanganan 10 nota kesepahaman kerja sama. Kesepakatan tersebut mencakup pembentukan dialog strategis komprehensif khusus kerja sama ekonomi dua titik nol kemitraan mineral kritis pengembangan digital serta kerja sama di bidang kecerdasan buatan untuk kesehatan dasar dan pembangunan manusia.
Selain itu terdapat pula kerja sama di sektor energi bersih penangkapan dan penyimpanan karbon industri jasa pembangkit lepas pantai perlindungan dan penegakan hak kekayaan intelektual serta kerja sama keuangan antara Danantara dan Exim Bank of Korea.
Melalui rangkaian kunjungan ini Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai mitra strategis di kawasan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.