BBM

Update Lengkap Harga Terbaru BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Senin 19 Januari 2026

Update Lengkap Harga Terbaru BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Senin 19 Januari 2026
Update Lengkap Harga Terbaru BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Senin 19 Januari 2026

JAKARTA - Memasuki pekan ketiga Januari 2026, masyarakat pengguna kendaraan bermotor masih belum menghadapi perubahan harga bahan bakar minyak (BBM).

Hingga Senin, 19 Januari 2026, harga BBM di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tercatat tetap stabil, menyusul kebijakan penyesuaian harga terakhir yang dilakukan seluruh operator pada awal tahun.

Berdasarkan pantauan pada periode 19–25 Januari 2026, baik SPBU milik Pertamina maupun operator swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo masih memberlakukan tarif BBM yang sama dengan harga yang ditetapkan per 1 Januari 2026. Kondisi ini memberikan kepastian bagi konsumen di tengah dinamika harga energi global.

Penyesuaian Terakhir Dilakukan Awal Tahun

Mengacu pada laman resmi Pertamina, perusahaan energi pelat merah tersebut sebelumnya melakukan penyesuaian tarif BBM nonsubsidi yang berlaku nasional sejak 1 Januari 2026. Dalam kebijakan tersebut, sejumlah produk BBM nonsubsidi mengalami penurunan harga di seluruh jaringan SPBU Pertamina.

Kebijakan penyesuaian harga ini dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, serta faktor distribusi dan operasional di dalam negeri. Setelah penyesuaian tersebut, hingga pertengahan Januari ini belum ada perubahan lanjutan.

Tidak hanya Pertamina, operator swasta seperti Shell, BP, dan Vivo juga mengambil langkah serupa dengan menurunkan harga seluruh produk BBM mereka mulai awal tahun 2026. Sejak saat itu, harga BBM dari masing-masing operator terpantau relatif stabil.

Harga BBM Pertamina Tetap Berlaku

Untuk SPBU Pertamina, harga BBM yang berlaku per Senin, 19 Januari 2026 masih sama seperti kebijakan awal tahun. Solar subsidi dengan cetane number (CN) 48 dipasarkan seharga Rp6.800 per liter. Sementara itu, Pertalite dengan RON 90 dibanderol Rp10.000 per liter.

Untuk jenis BBM nonsubsidi, Pertamax (RON 92) dijual Rp12.350 per liter, Pertamax Green (RON 95) Rp13.150 per liter, serta Pertamax Turbo (RON 98) Rp13.400 per liter. Adapun Dexlite (CN 51) ditetapkan Rp13.500 per liter dan Pertamina DEX (CN 53) sebesar Rp13.600 per liter.

Harga-harga tersebut berlaku di seluruh wilayah Indonesia dengan penyesuaian sesuai kebijakan nasional yang ditetapkan perusahaan.

Shell Pertahankan Harga Usai Penurunan

Operator SPBU Shell juga belum melakukan perubahan harga lanjutan sejak penyesuaian pada 1 Januari 2026. Mengutip laman resmi Shell, harga Shell Super dengan RON 92 di wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur dipatok Rp12.700 per liter, turun dari sebelumnya Rp13.000 per liter pada Desember 2025.

Selain itu, harga Shell V-Power (RON 95) ditetapkan Rp13.190 per liter, Shell V-Power Nitro+ (RON 98) Rp13.480 per liter, dan V-Power Diesel sebesar Rp13.860 per liter. Seluruh harga tersebut masih berlaku hingga pekan ketiga Januari ini.

Harga BBM BP-AKR Masih Stabil

Di SPBU BP-AKR, harga BBM juga tetap mengikuti kebijakan awal tahun. Mengacu pada laman resmi BP, harga BP 92 di wilayah Jabodetabek dibanderol Rp12.500 per liter, turun dari Rp13.000 per liter pada periode sebelumnya.

Sementara itu, BP Ultimate (RON 95) dijual Rp13.190 per liter dan BP Ultimate Diesel ditetapkan Rp13.860 per liter. Hingga Senin, 19 Januari 2026 belum terdapat pengumuman resmi mengenai perubahan harga baru dari operator tersebut.

Vivo Ikut Pertahankan Tarif Awal Tahun

SPBU Vivo juga masih memberlakukan harga BBM hasil penyesuaian per 1 Januari 2026. Harga Revvo 92 ditetapkan Rp12.700 per liter, turun dari sebelumnya Rp13.000 per liter.

Sementara itu, Diesel Primus mengalami penurunan cukup signifikan dari Rp15.520 per liter menjadi Rp13.610 per liter. Harga tersebut masih berlaku di seluruh jaringan SPBU Vivo hingga saat ini.

Konsumen Diuntungkan Stabilitas Harga

Stabilnya harga BBM di berbagai SPBU memberikan kepastian bagi masyarakat, terutama bagi sektor transportasi dan logistik yang sangat bergantung pada harga energi. Dengan tidak adanya kenaikan harga di tengah aktivitas ekonomi awal tahun, beban biaya operasional dinilai lebih terkendali.

Ke depan, pelaku pasar akan terus mencermati potensi penyesuaian harga BBM seiring perkembangan harga minyak global, kebijakan energi nasional, serta nilai tukar rupiah. Namun untuk sementara waktu, konsumen masih dapat menikmati harga BBM yang relatif stabil di seluruh operator SPBU.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index