JAKARTA - Upaya pemulihan jalur kereta api nasional pascabanjir mulai menunjukkan perkembangan.
Setelah sejumlah lintasan utama terdampak cuaca ekstrem, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan perjalanan kereta api di koridor strategis Semarang–Jakarta kini mulai kembali beroperasi secara terbatas. Meski demikian, pengoperasian dilakukan secara bertahap dengan pengawasan ketat demi menjaga keselamatan pelanggan dan petugas.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan bahwa setiap keputusan operasional diambil berdasarkan hasil pemeriksaan teknis di lapangan. Faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama di tengah dinamika cuaca dan kondisi prasarana yang belum sepenuhnya pulih.
“Hingga pagi ini, penanganan prasarana di sejumlah titik terdampak menunjukkan kemajuan,” kata Anne.
Ia memastikan kereta api sudah dapat kembali melintas di lintasan utama dengan pengaturan kecepatan dan sistem pengamanan sesuai standar keselamatan yang berlaku.
Banjir dan Cuaca Ekstrem Picu Gangguan Operasional
Gangguan operasional kereta api dipicu curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem yang terjadi sejak Jumat, 16 Januari 2026. Kondisi tersebut menyebabkan luapan sungai serta jebolnya tanggul di sekitar lintasan Pekalongan–Sragi, Jawa Tengah. Dampak banjir ini membuat sejumlah petak jalan rel tergenang air dan tidak dapat dilalui kereta api secara normal.
Selain itu, wilayah Jakarta juga terdampak hujan deras yang mengakibatkan genangan di sejumlah emplasemen dan petak jalan operasional. Situasi ini memaksa KAI melakukan penyesuaian jadwal dan pembatasan perjalanan demi menghindari risiko keselamatan.
“Kondisi ini merupakan force majeure akibat faktor alam di luar kendali operasional perusahaan,” jelas Anne.
Puluhan Perjalanan Dibatalkan, Ribuan Penumpang Terdampak
Selama masa pemulihan, KAI masih membatalkan sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh. Hingga Senin, tercatat sebanyak 34 perjalanan KAJJ dibatalkan sebagai bagian dari pengaturan operasional sementara.
Secara kumulatif, sekitar 38.000 pelanggan telah melakukan pembatalan tiket. Anne menegaskan bahwa langkah ini diambil semata-mata untuk memastikan setiap perjalanan yang tetap dijalankan benar-benar aman.
“Pengaturan ini dilakukan untuk memastikan setiap perjalanan yang dioperasikan benar-benar aman bagi pelanggan dan petugas,” ujarnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Hak pelanggan tetap dijamin melalui kebijakan service recovery (SR) serta pengembalian bea tiket 100 persen sesuai ketentuan yang berlaku.
Progres Pemulihan Jalur Pekalongan–Sragi dan Jakarta
KAI menyampaikan bahwa progres pemulihan jalur di Daop 4 Semarang, khususnya pada petak jalan Pekalongan–Sragi, menunjukkan perkembangan positif. Sekitar pukul 05.10 WIB, genangan air di jalur hulu dan hilir berhasil ditangani sehingga seluruh kereta api dapat kembali melintas menggunakan lokomotif dinas masing-masing.
Namun, sebagai langkah pengamanan, masih diberlakukan pembatasan kecepatan maksimal 30 kilometer per jam. Pembatasan ini dilakukan sambil menunggu kecukupan pemadatan batu balas menggunakan mesin multi tie tamper (MTT).
Sebagai informasi, MTT merupakan mesin perawatan jalan rel yang berfungsi mengangkat, menata, serta memadatkan batu balas agar geometri rel kembali sesuai standar keselamatan. Saat ini, penanganan dilakukan melalui ecer balas dan pengangkatan jalur secara manual.
Pada Senin, 19 Januari 2026, proses pemulihan dilanjutkan dengan penambahan ecer balas, pengangkatan jalur di titik tertentu, serta rencana pemecokan menggunakan alat berat apabila kondisi lapangan memungkinkan.
Sementara itu, di wilayah Daop 1 Jakarta, genangan air di emplasemen Kampung Bandan telah berhasil ditangani. Sejak Minggu (18/1/2026) sore hingga malam, dilakukan pengangkatan jalur secara manual di jalur hulu dan hilir, dilanjutkan dengan penggunaan kendaraan pemeliharaan jalan rel (KPJR). Pekerjaan tersebut dinyatakan selesai pada pukul 04.30 WIB.
Kereta api pertama yang melintas di lokasi tersebut diberlakukan pembatasan kecepatan 20 kilometer per jam. Kecepatan perjalanan selanjutnya akan ditingkatkan secara bertahap sesuai hasil evaluasi teknis di lapangan.
KAI Imbau Pelanggan Pantau Informasi Resmi
KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk terus memantau informasi resmi terkait perkembangan operasional perjalanan kereta api. Untuk memperoleh informasi terkini, layanan pembelian, maupun pengembalian tiket, pelanggan dapat mengakses aplikasi Access by KAI.
Selain itu, layanan informasi juga tersedia melalui Call Center KAI 121, WhatsApp 0811-2223-3121, e-mail cs@kai.id, serta media sosial resmi KAI. Perusahaan berkomitmen menyampaikan perkembangan kondisi operasional secara berkala kepada masyarakat seiring berjalannya proses pemulihan.
Dengan pemulihan bertahap yang terus dilakukan, KAI berharap layanan kereta api di lintasan Semarang–Jakarta dan wilayah terdampak lainnya dapat segera kembali normal, sekaligus memastikan keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan.