Cara Tepat Menyimpan Telur

Cara Tepat Menyimpan Telur Agar Tetap Segar dan Tahan Lama, Lebih Baik di Kulkas atau Suhu Ruang?

Cara Tepat Menyimpan Telur Agar Tetap Segar dan Tahan Lama, Lebih Baik di Kulkas atau Suhu Ruang?
Cara Tepat Menyimpan Telur Agar Tetap Segar dan Tahan Lama, Lebih Baik di Kulkas atau Suhu Ruang?

JAKARTA - Telur menjadi salah satu bahan pangan yang nyaris tidak pernah absen dari dapur rumah tangga. Bahan makanan ini praktis diolah menjadi berbagai menu, mulai dari lauk sederhana hingga campuran kue dan hidangan penutup. 

Meski tampak sederhana, cara penyimpanan telur sering kali masih menimbulkan perdebatan. Banyak orang bertanya-tanya, sebaiknya telur disimpan di dalam kulkas atau cukup di suhu ruang agar mutu dan keamanannya tetap terjaga?

Pertanyaan tersebut dijawab oleh Prof. Dr. Ir. Niken Ulupi, MS, Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University. Ia menegaskan bahwa penyimpanan telur di dalam kulkas merupakan pilihan yang tepat untuk menjaga kualitasnya. Suhu yang disarankan adalah sekitar 14 derajat Celsius.

Penyimpanan di Kulkas Lebih Disarankan

Menyimpan telur dalam suhu dingin membantu memperlambat pertumbuhan mikroorganisme. Telur yang ditempatkan di kulkas dapat bertahan hingga satu bulan tanpa mengalami penurunan mutu yang signifikan. “Pada suhu dingin, patogen akan ‘tidur’, sehingga perkembangan bakteri berhenti,” jelas Niken.

Kondisi suhu rendah membuat bakteri tidak aktif berkembang biak, sehingga risiko kontaminasi dapat ditekan. Karena itu, bagi yang ingin menyimpan telur dalam jangka waktu lebih lama, kulkas menjadi pilihan paling aman.

Namun demikian, bukan berarti penyimpanan di suhu ruang sepenuhnya dilarang. Telur tetap bisa disimpan di luar kulkas dengan catatan tertentu. Jika memilih suhu ruang, telur sebaiknya segera diolah dan tidak disimpan lebih dari tiga minggu. Selain itu, penting untuk menjauhkan telur dari sumber panas maupun bahan makanan beraroma tajam, karena cangkang telur memiliki pori-pori yang memungkinkan bau terserap ke dalamnya.

Ciri Telur Berkualitas Saat Dibeli

Selain memperhatikan cara penyimpanan, kualitas telur sejak awal pembelian juga sangat menentukan daya tahannya. Niken menjelaskan bahwa ada beberapa tanda telur segar yang bisa dikenali secara kasat mata maupun melalui sentuhan.

“Telur yang oval sempurna, terasa berat saat dipegang, dan cangkangnya kuat menandakan telur tersebut baik dan segar,” tutur Niken.

Bentuk oval yang proporsional menunjukkan proses pembentukan telur berlangsung normal. Berat telur yang terasa padat saat dipegang juga menjadi indikasi bahwa isi di dalamnya masih penuh dan belum banyak kehilangan cairan. Sementara itu, cangkang yang kuat menandakan kualitas struktural yang baik.

Saat telur berkualitas baik dipecahkan, bagian putih telur akan tampak kental dan tidak mudah melebar. Kuning telurnya pun cenderung bulat dan kokoh. Meski begitu, kondisi luar telur sebenarnya tidak mencerminkan nilai gizinya. Kandungan nutrisi sudah ditentukan sejak proses pembentukan telur terjadi.

Hindari Telur Bercangkang Kasar dan Ujung Runcing

Ada pula ciri telur yang sebaiknya dihindari ketika berbelanja. Niken mengingatkan agar tidak membeli telur dengan ujung terlalu runcing atau memiliki permukaan cangkang yang kasar. Kondisi tersebut dapat menandakan adanya gangguan kesehatan pada induk ayam.

Telur yang tampak bersih secara alami juga menunjukkan manajemen peternakan yang baik. Kebersihan cangkang menjadi faktor penting karena kotoran yang menempel bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri. “Kalau terlalu kotor, bisa jadi tempat menempelnya bakteri,” tambah Niken mengutip laman IPB, Selasa, 3 Maret 2026.

Karena itu, memilih telur yang bersih dan utuh menjadi langkah awal menjaga keamanan pangan di rumah. Perhatikan pula apakah terdapat retakan halus pada cangkang, karena retakan bisa menjadi pintu masuk mikroorganisme.

Warna Cangkang Tidak Menentukan Gizi

Di masyarakat, masih beredar anggapan bahwa telur dengan warna cangkang tertentu memiliki kandungan gizi lebih baik. Sebagian orang menganggap telur cokelat lebih bernutrisi dibanding telur putih, atau sebaliknya.

Niken meluruskan pandangan tersebut. Menurutnya, warna cangkang tidak berpengaruh terhadap kualitas gizi telur. Perbedaan warna putih atau cokelat hanya dipengaruhi oleh pigmen alami ayam yang bertelur.

“Nilai gizi telur itu sudah ditentukan secara genetik. Selama telur terbentuk sempurna, artinya kandungan gizinya sudah cukup,” ujarnya.

Artinya, baik telur bercangkang putih maupun cokelat memiliki kandungan nutrisi yang setara selama berasal dari ayam yang sehat dan proses pembentukannya normal. Faktor yang lebih penting adalah kesegaran telur dan cara penyimpanannya.

Pada akhirnya, menjaga mutu telur tidak hanya bergantung pada satu faktor. Penyimpanan di kulkas dengan suhu sekitar 14 derajat Celsius menjadi pilihan paling aman untuk mempertahankan kualitas hingga satu bulan. Jika disimpan di suhu ruang, pastikan telur segera diolah sebelum tiga minggu dan jauhkan dari panas serta bau menyengat.

Memilih telur yang oval sempurna, terasa berat, bercangkang kuat, dan bersih juga membantu memastikan kualitas sejak awal. Hindari telur dengan ujung terlalu runcing atau cangkang kasar, serta jangan terpengaruh oleh mitos warna cangkang.

Dengan memahami cara penyimpanan dan pemilihan yang tepat, telur dapat tetap segar, aman, dan bernutrisi saat dikonsumsi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index