WKM

WKM Ambil Alih Kendali ASLI, Emiten Konstruksi Masuki Babak Baru

WKM Ambil Alih Kendali ASLI, Emiten Konstruksi Masuki Babak Baru
WKM Ambil Alih Kendali ASLI, Emiten Konstruksi Masuki Babak Baru

JAKARTA - Perubahan kepemilikan menjadi momentum penting bagi PT Asri Karya Lestari Tbk. (ASLI) dalam mengarungi persaingan industri konstruksi nasional.

Emiten ini resmi memasuki fase baru setelah PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM) menyelesaikan pengambilalihan saham mayoritas dan menjadi pemegang saham pengendali (PSP) yang baru. Langkah korporasi ini menandai berakhirnya kepemilikan pengendali lama sekaligus membuka peluang sinergi bisnis ke depan.

Berdasarkan pengumuman yang disampaikan kepada publik pada Senin, 20 Januari 2026, proses akuisisi tersebut merupakan kelanjutan dari negosiasi yang sebelumnya telah diungkapkan melalui keterbukaan informasi. Dengan rampungnya transaksi, WKM kini resmi memegang kendali atas ASLI dan memiliki kewenangan strategis dalam menentukan arah bisnis perseroan.

Detail Transaksi Akuisisi Saham ASLI

Pengambilalihan saham ASLI dilakukan berdasarkan Akta Perjanjian Jual Beli Saham Nomor 12 tertanggal 15 Januari 2026. Dalam transaksi ini, WKM mengakuisisi sebanyak 3.920.000.000 atau 3,92 miliar saham ASLI dari pemegang saham pengendali sebelumnya, Sudjatmiko. Jumlah tersebut setara dengan 62,72% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh oleh perseroan.

Pelaksanaan transaksi dilakukan melalui mekanisme crossing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin, 19 Januari 2026. Mengacu pada prospektus yang dipublikasikan, harga transaksi ditetapkan sebesar Rp11 per saham. Dengan demikian, total nilai pengambilalihan saham mencapai sekitar Rp43,12 miliar.

Dengan selesainya transaksi ini, WKM secara efektif resmi menjadi pengendali baru ASLI. Sesuai dengan ketentuan peraturan pasar modal, langkah berikutnya yang akan dilakukan adalah pelaksanaan Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) atas sisa saham ASLI yang dimiliki oleh pemegang saham publik, sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 9 Tahun 2018.

Latar Belakang Akuisisi dan Arah Pengembangan Usaha

Manajemen WKM menjelaskan bahwa tujuan utama dari pengambilalihan ini adalah untuk pengembangan usaha jangka menengah dan panjang. WKM sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, sehingga akuisisi ASLI dinilai akan menciptakan kolaborasi yang saling melengkapi di dalam industri yang sama.

Akuisisi ini diharapkan mampu menggabungkan pengalaman ASLI dengan kompetensi serta portofolio proyek WKM. Sinergi tersebut diyakini dapat memperkuat posisi kedua entitas di sektor konstruksi nasional, baik dari sisi kapasitas pengerjaan proyek maupun perluasan jaringan usaha.

Portofolio bisnis WKM mencakup berbagai bidang jasa konstruksi, mulai dari pembangunan gedung fasilitas industri, perkantoran, hingga hunian. Selain itu, WKM juga memiliki rekam jejak dalam pelaksanaan proyek konstruksi sipil seperti pembangunan jalan, jembatan, irigasi, dan sistem drainase.

Rekam Jejak Proyek dan Kapabilitas WKM

Sejumlah proyek strategis telah diselesaikan oleh WKM dalam beberapa tahun terakhir. Di antaranya adalah Pekerjaan Workshop dan Office Plant Kalimantan Jhonlin Baratama di Kalimantan Selatan pada 2023. Selain itu, WKM juga mengerjakan pembangunan barak dan pos pengamanan perbatasan TNI untuk Kementerian Pertahanan Republik Indonesia pada 2024 dan 2025.

Proyek lainnya meliputi pekerjaan Jetty dan Mooring Dolphin PT Nusa Jaya Port di Kalimantan Selatan pada 2023, pembangunan tangki CPKO PT Kodeco Agrojaya Mandiri pada 2023, serta pembangunan Gedung Dekranasda Kotabaru pada 2024. WKM juga tercatat melakukan revitalisasi Mechanical, Electrical, dan Plumbing (MEP) Terminal 1B PT Angkasa Pura II pada 2022.

Di sektor konstruksi sipil, WKM terlibat dalam pembangunan Jembatan KM 17 dan KM 51 Mantewe untuk Dinas Pekerjaan Umum pada 2022, pembangunan area perkantoran Kotabaru pada 2024, serta pembangunan ruang VVIP RSUD Hadji Boejasin Tanah Laut pada 2024, di samping berbagai proyek lainnya.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi WKM dalam mendorong pertumbuhan ASLI ke depan, terutama dalam menghadapi persaingan proyek infrastruktur dan konstruksi berskala besar.

Sinergi ASLI–WKM dan Harapan ke Depan

Manajemen WKM menegaskan bahwa melalui pengambilalihan ini, perseroan berharap tercipta sinergi usaha yang kuat antara ASLI dan WKM. Sinergi tersebut diharapkan terwujud melalui pemanfaatan pengalaman, kompetensi, serta portofolio usaha masing-masing di industri konstruksi.

“Melalui Pengambilalihan ini, WKM mengharapkan dapat terwujud sinergi usaha antara ASLI dan WKM, khususnya melalui pemanfaatan pengalaman, kompetensi, dan portofolio usaha masing-masing di industri konstruksi sehingga ke depannya ASLI diharapkan akan menjadi salah satu pemain konstruksi terbesar,” papar manajemen WKM.

Akuisisi ini juga diharapkan dapat mendukung penguatan kegiatan usaha serta peningkatan efisiensi dan efektivitas operasional kedua perusahaan dalam jangka menengah dan panjang. Seluruh proses pengembangan tersebut tetap akan dijalankan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, serta kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Struktur Pengendali dan Manajemen WKM

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan, pihak yang menjadi pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) dari WKM adalah Hariono. Ia diketahui memiliki portofolio bisnis yang terkait dengan jaringan usaha H. Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, termasuk PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR).

Sementara itu, struktur manajemen WKM saat ini menempatkan Peter Handika sebagai Direktur dan Galih Setya Pradana sebagai Komisaris. Dengan struktur kepemilikan dan manajemen tersebut, WKM diharapkan mampu membawa ASLI memasuki fase pertumbuhan baru di industri konstruksi nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index