IDPRO

IDPRO Dorong Perizinan Satu Pintu Data Center Demi Percepat Investasi Nasional

IDPRO Dorong Perizinan Satu Pintu Data Center Demi Percepat Investasi Nasional
IDPRO Dorong Perizinan Satu Pintu Data Center Demi Percepat Investasi Nasional

JAKARTA - Perkembangan industri pusat data di Indonesia dinilai semakin menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan layanan digital, komputasi awan, dan kecerdasan buatan.

Meski minat investasi terus tumbuh, pelaku industri menilai masih terdapat hambatan struktural yang berpotensi memperlambat realisasi proyek, terutama dari sisi perizinan.

Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) menilai proses perizinan pembangunan pusat data yang berlapis dan belum terintegrasi menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, asosiasi ini meminta pemerintah menyederhanakan mekanisme perizinan melalui kebijakan satu pintu guna menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif.

Sinkronisasi Regulasi Antarinstansi Masih Diperlukan

Ketua IDPRO Hendra Suryakusuma mengungkapkan bahwa pengembangan industri pusat data nasional menghadapi sejumlah tantangan mendasar. Salah satu yang paling menonjol adalah aspek perizinan yang dinilai masih memerlukan sinkronisasi antarlembaga pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Tantangan ini terutama dirasakan oleh pengembang pusat data yang memanfaatkan energi terbarukan atau membangun fasilitas di kawasan industri baru yang infrastrukturnya belum sepenuhnya siap.

“Kami sudah bicara dengan regulator terkait perlunya kebijaksanaan satu pintu,” kata Hendra.

Keterbatasan Infrastruktur Jadi Tantangan Tambahan

Selain perizinan, IDPRO juga menyoroti persoalan ketersediaan lahan dan infrastruktur pendukung. Infrastruktur tersebut meliputi jaringan serat optik, akses air, serta kestabilan pasokan listrik yang menjadi faktor krusial dalam operasional pusat data.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, terutama di wilayah Indonesia bagian timur yang memiliki potensi pengembangan kawasan industri digital, namun masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.

Kebutuhan SDM Teknis dan Keamanan Siber Masih Tinggi

Industri pusat data juga dihadapkan pada keterbatasan sumber daya manusia (SDM) teknis, khususnya di bidang operasional pusat data dan keamanan siber. Selain itu, akses pembiayaan serta insentif investasi bagi pelaku lokal dan startup juga masih menjadi perhatian.

Tanpa dukungan kebijakan yang tepat, pelaku industri dalam negeri dinilai akan kesulitan bersaing dengan pemain global yang memiliki modal dan teknologi lebih kuat.

IDPRO Ajukan Rekomendasi Kebijakan Strategis

Untuk mendorong percepatan pengembangan industri, IDPRO merekomendasikan sejumlah kebijakan strategis kepada pemerintah. Salah satunya adalah penerbitan peta jalan pusat data nasional yang terintegrasi.

Peta jalan tersebut diharapkan mencakup aspek teknis, zonasi, hingga rencana elektrifikasi kawasan industri digital secara komprehensif.

Insentif dan Energi Hijau Dorong Daya Saing

IDPRO juga mendorong pemberian insentif fiskal dan nonfiskal, penyederhanaan perizinan pembangunan fasilitas hyperscale dan edge data center, serta penguatan kebijakan energi hijau.

Kebijakan energi hijau diharapkan memungkinkan pelaku industri memperoleh pasokan listrik terbarukan secara langsung, termasuk melalui skema Renewable Energy Certificate (REC) atau wheeling system.

Target Kapasitas Data Center Nasional Terus Ditingkatkan

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menetapkan target peningkatan kapasitas pusat data nasional. Dalam Rencana Strategis (Renstra) Komdigi 2025–2029, kapasitas pusat data nasional ditargetkan mencapai sekitar 2,81 watt per kapita pada 2026.

Target tersebut meningkat sekitar 91% dibandingkan target 2025 yang berada di kisaran 1,47 watt per kapita, sebagai bagian dari penguatan ekosistem digital nasional.

Peningkatan Bertahap Hingga 2029

Dalam dokumen Renstra yang sama, Komdigi menargetkan peningkatan kapasitas pusat data nasional per kapita secara bertahap hingga 2029. Kapasitas tersebut ditargetkan meningkat menjadi sekitar 4,18 watt per kapita pada 2027, 5,53 watt per kapita pada 2028, dan mencapai 6,87 watt per kapita pada 2029.

Dengan demikian, kapasitas pusat data nasional per kapita dalam lima tahun direncanakan meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan posisi awal pada 2025.

Penguatan Kebijakan dan Pengawasan Digital

Selain pembangunan infrastruktur, Komdigi juga menargetkan penguatan kebijakan pendukung. Langkah ini meliputi penyusunan rekomendasi kebijakan pengembangan pusat data dan layanan komputasi awan, peningkatan indeks ruang digital, serta penguatan pengawasan terhadap penyelenggara sistem elektronik di sektor publik dan privat.

Peningkatan Kapasitas SDM Digital Nasional

Dari sisi sumber daya manusia, Komdigi menargetkan peningkatan kapasitas SDM digital melalui fasilitasi literasi dan pelatihan digital sepanjang 2025–2029.

Pada 2025, jumlah peserta fasilitasi literasi digital ditetapkan sebanyak 300 orang. Sementara itu, pelatihan literasi digital ditargetkan menjangkau 200 orang per tahun mulai 2026 hingga 2029.

Seluruh target tersebut tercantum dalam matriks pendanaan APBN dan sumber pendanaan lain yang sah untuk kegiatan prioritas Komdigi sebagaimana tertuang dalam dokumen Renstra Komdigi.

Tren Investasi Data Center Tunjukkan Sinyal Positif

Hendra menyampaikan bahwa industri pusat data di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang positif seiring masuknya investasi besar dari pemain lokal maupun global. Sejumlah anggota IDPRO telah dan tengah membangun fasilitas hyperscale dengan memanfaatkan energi terbarukan, edge computing, serta teknologi efisiensi daya terkini.

“ Saat ini, koordinasi dengan PLN dan pihak regulator sangat penting untuk memastikan pasokan listrik tinggi [high capacity power supply] tersedia secara merata, tidak hanya di Jabodetabek tapi juga kawasan industri lainnya,” kata Hendra.

Kolaborasi SDM dan Fiskal Diperlukan untuk Kebutuhan AI

Selain pasokan energi, IDPRO menekankan pentingnya dukungan fiskal serta pengembangan SDM untuk mempercepat investasi, khususnya guna memenuhi kebutuhan komputasi kecerdasan buatan (AI).

Upaya tersebut mencakup pengembangan pool of talent melalui kerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi guna memastikan kesiapan tenaga kerja nasional menghadapi pertumbuhan industri pusat data di masa depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index